Langsung ke konten utama

DIBALIK KESAKSIAN SUSI ART SAMBO

 


Kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J memunculkan banyak kesaksian baru. Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kemarin, turut dihadirkan salah satu Asisten Rumah Tangga (ART) Ferdy Sambo bernama Susi. Susi menjadi saksi dalam sidang lanjutan atas terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E.

Dalam sidang lanjutan Bharada E tersebut, Majelis Hakim turut membacakan identitas saksi yang hadir, termasuk Susi. Diketahui, Susi beragama Islam dan lahir di Sampang tanggal 1 Juli 1992. Wanita berusia 30 tahun, bekerja di rumah Ferdy Sambo yang berada di jalan Bangka dan Saguling sejak Juli tahun 2020. Selama bekerja, Susi bertugas menyiapkan makanan dan mengurus rumah.

Dalam persidangan itu, Susi menyampaikan sejumlah kesaksian soal rumah tangga Sambo dan Putri, juga peristiwa yang terjadi di rumah Magelang sehari sebelum penembakan Yosua. Namun, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) berulang kali dibuat geregetan oleh Susi. Hakim menuding Susi sangat berbelit-belit dan banyak berbohong. Saking geramnya, hakim pun sampai mengancam akan memproses Susi secara pidana jika ia menyampaikan keterangan palsu.

Warganet juga tak habis pikir dengan kelakuan ART mantan petinggi Polri yang dinilai telah mencoreng nama baik institusi ini. Susi selalu terdiam lama saat menjawab pertanyaan yang diucapkan oleh jaksa. Hal ini membuat warganet bertanya-tanya apakah Susi ketakutan karena ancaman Sambo atau Susi lupa dengan settingan yang telah diatur Sambo.

Meralat Pernyataan Menggendong

Susi memberikan keterangan soal Brigadir J yang kabarnya sempat menggendong Putri. Namun, keterangan Susi ini berbeda dengan penuturannya dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Dalam BAP, Susi mengatakan bahwa Brigadir J sempat mengangkat tubuh Putri pada Minggu (4/7/2022) malam, namun diturunkan karena ditegur oleh Bharada E. Tetapi, dalam sidang, Susi meralat pernyataannya dan berkata Brigadir J belum sampai mengangkat Putri. “Jadi mana yang benar yang di BAP atau sekarang ini?” tanya hakim. “Yang sekarang ini,” jawab Susi. Susi mengaku mengubah keterangan karena baru mengingat jelas peristiwa di Magelang itu.

Putra Bungsu Ferdy Sambo

Kemudian, saat ditanya mengenai putra terakhir Ferdy Sambo, Susi hanya terdiam. Namun, beberapa saat kemudian ia menjawab Putri lah yang melahirkan putra terakhir Sambo itu. Susi pun disebut berbohong oleh hakim. Namun, Susi lantas mencabut keterangannya soal putra terakhir Sambo setelah mendengar kesaksian dari Daden yang menyebut bahwa putra bungsu Ferdy Sambo merupakan hasil adopsi.

Dicecar Saat Sidang

Dalam sidang tersebut, Susi berulang kali dicecar oleh hakim. Saat menyampaikan peristiwa di Magelang hakim menyebut cerita Susi tak masuk akal. Menurut hakim, cerita Susi soal Putri jatuh di depan kamar mandi dan pertengkaran Brigadir J dengan Kuat Ma'ruf terkesan janggal. Sebab, Susi berkata terjadi perkelahian antara Kuat dan Yosua saat dirinya meminta tolong. Pertengkaran itu terjadi di lantai satu, sementara Susi berada di lantai dua.

Diancam Penjara

Sejumlah keterangan Susi tak hanya dianggap janggal, namun juga berbelit dan berulang kali berubah. Hakim pun mengancam akan memproses Susi secara pidana jika keterangannya terus berubah-ubah. Menurut hakim, jika terus menerus berbohong, Susi bisa menjadi tersangka baru di kasus Brigadir J. Hakim juga menerangkan bahwa saksi yang berbohong dalam sidang diancam tujuh tahun penjara. "Jaksa penuntut umum bisa proses Saudara. Tujuh tahun lho, Saudara, enggak main-main!" kata Hakim Wahyu. Hakim pun meminta jaksa untuk menghadirkan Susi dalam setiap sidang. Sebab, keterangan Susi inilah yang dinilai penting untuk menggali motif pembunuhan terhadap Brigadir J.

Penulis berpendapat bahwa berubah-ubahnya keterangan dari Susi menandakan bahwa ada relasi kuasa dengan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi karena saksi masih bekerja di rumah terdakwa. 

Ditulis oleh: Soppa Ranti (193516416687)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GEMPA BUMI MENGGUNCANG TANAH CIANJUR

  Sumber Foto : https://bnpb.go.id / Sebuah gempa bumi berkekuatan 5.6 SR menguncang tanah Cianjur pada Senin 21 November 2022 Pukul 13.21 WIB. Getaran gempa yang berpusat di kabupaten Cianjur tersebut terasa hingga ke seluruh daerah Jawa Barat dan Jabodetabek. Menurut laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) menjelaskan bahwa gempa tersebut perpusat di 10 Kilometer barat daya Kabupaten Cianjur pada kedalaman 10 Kilometer. Gempa yang terjadi selama lebih dari sepuluh detik itu membuat masyarakat panik dan mencoba keluar ruangan untuk menyelamatkan diri. Akibat gempa tersebut, sejumlah rumah warga, rumah sakit, gedung pemerintah dan fasilitas umum mengalami kerusakan yang signifikan. Data dari BPBD Cianjur mellaporkan bahwa lebih dari 22.241 rumah rusak berat, 11.641 rusak sedang, dan 22.090 rusak ringan. Adapun 2 jembatan dan jalan, 13 kantor Pemerintahan, dan 31 sekolahan. Daerah yang terkena dampak terparah adalah Kecamatan Cugenang, Kecamatan Cilaku da...

Harga Ayam Potong di Pasar Minggu Merangkak Naik Jelang Tahun Baru

  Harga Ayam Potong di Pasar Minggu Merangkak Naik Jelang Tahun Baru Foto: Penjual daging ayam di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (17/12/2022). (Mahasiswa Universitas Nasional/Rudi Hermanto)   Pasar Minggu, Jakarta Selatan- Kenaikan Harga Ayam Potong Menjelang Natal dan Tahun Baru 2023 Terjadi di Pasar Minggu. Harga ayam potong di pasar minggu telah mengalami kenaikan hingga 10% menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2023. Penjual mengatakan bahwa kenaikan harga disebabkan oleh kenaikan harga pakan ayam dan permintaan yang meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat untuk memasak ayam sebagai hidangan spesial pada perayaan tersebut. Konsumen disarankan untuk membeli ayam potong lebih awal untuk menghindari kenaikan harga yang lebih tinggi dan memastikan bahwa mereka memiliki cukup bahan baku untuk memasak hidangan spesial mereka selama perayaan. Mono salah satu pedagang ayam potong mengatakan, kenaikan harga terse...

Tindak Lanjuti Laporan, Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Datangin Bareskrim

Nama                     : Andika Shaputra NPM                         : 193516416634 Dosen Penguji     : Ayu Lestari, S.Hum., M.Si. Mata Kuliah          : Cyber Journalism K.01 Tindak Lanjuti Laporan, Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Datangin Bareskrim Sumber: Okezone.com JAKARTA  – Keluarga korban tragedi Kanjuruhan kembali datangi Bareskrim Polri, Jakarta Selatan pada, Senin (21/11/2022). Mereka ingin menindak lanjuti terkait laporan yang diberikan sejak Jumat 18 November 2022. Menurut tim hukum Aremania, Anjar Yusky, kedatangan keluarga korban dan penyintas ke Bareskrim adalah untuk menindaklanjuti laporan yang sempat diberikan.   “Jadi hari ini kami bersama penyintas dan keluarga korban kembali mengunjungi Bareskrim mabes polri dalam rangka menindaklanjuti laporan polisi yang telah kami ajukan Jumat kemarin,...