Langsung ke konten utama

 

KEBOHONGAN AKAN DITUTUPI OLEH KEBOHONGAN ( SUSI ART FERDY SAMBO)




Jakarta - Susi, sosok asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo dan Putri  Candrawati menjadi sorotan dan banyak diperbincangkan oleh para masyarakat sepekan ini. Namanya mencuat usai muncul sebagai saksi dalam sidang kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dengan terdakwa Richard Eliezer atau Bharada E Senin (31/10/2022) yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan ( PN Jaksel) 

Dalam sidang tersebut, Susi terus menerus memberikan kesaksian yang tidak masuk akal, dan sangat berbelit-belit bahkan Hakim pun sampai mengancam Susi akan diproses secara hukum  jika terbukti memberikan keterangan palsu. “ Nanti kalau keterangan saudara berubah-ubah, saya perintahkan JPU untuk proses saudara," kata Hakim Wahyu

Sesuai dengan Pasal 242 KUHP Ayat 1 , yang menyebutkan bahwa “  Barangsiapa dalam hal-hal yang menurut peraturan undang-undang menuntut sesuatu keterangan dengan sumpah atau jika keterangan itu membawa akibat bagi hukum dengan sengaja memberi keterangan palsu, yang ditanggung dengan sumpah, baik dengan lisan atau dengan tulisan, maupun oleh dia sendiri atau kuasanya yang istimewa ditunjuk untuk itu, dihukum penjara selama-lamanya tujuh tahun” 

Mengenal lebih jauh sosok susi, ia merupakan warga Kecamatan Kepil,Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Perempuan kelahiran tahun 1992 bekerja sebagai ART Ferdy Sambo sejak Juli 2020 yang awalnya dia bekerja di kediaman Sambo di Jalan Bangka, Jakarta Selatan. Namun selepas lebaran 2021, Susi dipindahkan ke rumah Smabo yang lain di Saguling, masih berada di kawasan Jakarta Selatan juga. Dalam keterangan di sidang Susi mengaku dirinya bertugas membersihkan rumah dan memasak.  

 

Dan sampai saat ini ia masih bekerja dengan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi bahkan masih tinggal di kediamannya. Tentu hal ini seharusnya tidak dibiarkan karena bisa saja dia mendapatkan ancaman atau tekanan dari pihak Sambo. Sehingga membuat Susi berbohong atas keterangan nya di sidang. Seharus nya pihak berwajib memisahkan para saksi dari pihak-pihak yang terlibat baik secara langsung maupun tidak, dan diberi perlindungan. Dan juga harus ditelusuri lebih jauh, agar tidak membuang-buang waktu dan tenaga pada pada saat persidangan. 

Susi menjadi kontroversi karena hakim berkali-kali menyebut dia berbohong ketika memberikan kesaksian. "Inilah kalau ceritanya settingan ya seperti ini. Kau anggap kami ini bodoh," tegas hakim. Bahkan Jaksa Penuntut Umum Curiga Susi memakai handsfree saat sidang berlangsung. "Saudara jujur saja. Saudara saksi dalam memberikan keterangan, apakah Saudara saksi menggunakan handsfree? Ada yang mengajari saudara,” kata jaksa. Susi kemudian membantah menggunakan handsfree.

Hakim pun meminta Jaksa menghadirkan susi dalam setiap kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua. Karena keterangan ia dianggap penting untuk menggali motif pembunuhan tersebut.  "Saya harap (saksi Susi) ini dihadirkan terus di ruang persidangan, kami mau menggali motifnya," kata hakim Morgan Simanjuntak.

Kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J sudah bergulir cukup lama, keluarga menuntut keadilan dan masyarakat juga menuntut kebenaran yang sebenar-benar nya mulai dari motif dan kronologi agar pelaku dapat diganjar dengan hukum yang setimpal. 

 

Ditulis oleh : Lulu Astrid Alawiyah (203516416328) 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

GEMPA BUMI MENGGUNCANG TANAH CIANJUR

  Sumber Foto : https://bnpb.go.id / Sebuah gempa bumi berkekuatan 5.6 SR menguncang tanah Cianjur pada Senin 21 November 2022 Pukul 13.21 WIB. Getaran gempa yang berpusat di kabupaten Cianjur tersebut terasa hingga ke seluruh daerah Jawa Barat dan Jabodetabek. Menurut laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) menjelaskan bahwa gempa tersebut perpusat di 10 Kilometer barat daya Kabupaten Cianjur pada kedalaman 10 Kilometer. Gempa yang terjadi selama lebih dari sepuluh detik itu membuat masyarakat panik dan mencoba keluar ruangan untuk menyelamatkan diri. Akibat gempa tersebut, sejumlah rumah warga, rumah sakit, gedung pemerintah dan fasilitas umum mengalami kerusakan yang signifikan. Data dari BPBD Cianjur mellaporkan bahwa lebih dari 22.241 rumah rusak berat, 11.641 rusak sedang, dan 22.090 rusak ringan. Adapun 2 jembatan dan jalan, 13 kantor Pemerintahan, dan 31 sekolahan. Daerah yang terkena dampak terparah adalah Kecamatan Cugenang, Kecamatan Cilaku da...

Harga Ayam Potong di Pasar Minggu Merangkak Naik Jelang Tahun Baru

  Harga Ayam Potong di Pasar Minggu Merangkak Naik Jelang Tahun Baru Foto: Penjual daging ayam di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (17/12/2022). (Mahasiswa Universitas Nasional/Rudi Hermanto)   Pasar Minggu, Jakarta Selatan- Kenaikan Harga Ayam Potong Menjelang Natal dan Tahun Baru 2023 Terjadi di Pasar Minggu. Harga ayam potong di pasar minggu telah mengalami kenaikan hingga 10% menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2023. Penjual mengatakan bahwa kenaikan harga disebabkan oleh kenaikan harga pakan ayam dan permintaan yang meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat untuk memasak ayam sebagai hidangan spesial pada perayaan tersebut. Konsumen disarankan untuk membeli ayam potong lebih awal untuk menghindari kenaikan harga yang lebih tinggi dan memastikan bahwa mereka memiliki cukup bahan baku untuk memasak hidangan spesial mereka selama perayaan. Mono salah satu pedagang ayam potong mengatakan, kenaikan harga terse...

Tindak Lanjuti Laporan, Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Datangin Bareskrim

Nama                     : Andika Shaputra NPM                         : 193516416634 Dosen Penguji     : Ayu Lestari, S.Hum., M.Si. Mata Kuliah          : Cyber Journalism K.01 Tindak Lanjuti Laporan, Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Datangin Bareskrim Sumber: Okezone.com JAKARTA  – Keluarga korban tragedi Kanjuruhan kembali datangi Bareskrim Polri, Jakarta Selatan pada, Senin (21/11/2022). Mereka ingin menindak lanjuti terkait laporan yang diberikan sejak Jumat 18 November 2022. Menurut tim hukum Aremania, Anjar Yusky, kedatangan keluarga korban dan penyintas ke Bareskrim adalah untuk menindaklanjuti laporan yang sempat diberikan.   “Jadi hari ini kami bersama penyintas dan keluarga korban kembali mengunjungi Bareskrim mabes polri dalam rangka menindaklanjuti laporan polisi yang telah kami ajukan Jumat kemarin,...